RAPORT PENIDIKAN SMKN 9 SURAKARTA 2025
Berdasarkan data dari Rapor Pendidikan SMKN 9 Surakarta Tahun 2025, dapat disimpulkan mengenai :
Capaian kompetensi pembelajaran,
Potensi yang ada,
Kelemahaan kondisi saat ini,
Refleksi, dan rekomendasi.
Kesimpulan Capaian Kompetensi Pembelajaran SMKN 9 Surakarta (2025)
Secara keseluruhan, Rapor Pendidikan SMKN 9 Surakarta Tahun 2025 menunjukkan bahwa sekolah telah mencapai level "Baik" pada sebagian besar indikator, dengan catatan khusus di area pembelajaran yang masih berada di level "Sedang".
Pontensi / Kelebihan (Capaian Terbaik dan Peningkatan)
Capaian terbaik SMKN 9 Surakarta terletak pada Kemampuan Numerasi Murid dan Penyerapan Lulusan SMK.
* Peningkatan Kompetensi Dasar: Kemampuan Numerasi Murid berada pada kategori Baik dan menunjukkan peningkatan nilai dari tahun 2024. Hal ini mengindikasikan keberhasilan dalam pengajaran konsep bilangan, aljabar, geometri, dan data.
* Kesiapan Kerja Alumni (PENINGKATAN PALING TINGGI): Indikator Penyerapan Lulusan SMK juga berada di kategori Baik dan menunjukkan peningkatan nilai dari tahun 2024. Peningkatan ini dinilai dari jumlah alumni serta jeda waktu untuk melanjutkan pendidikan atau bekerja, mencerminkan efektivitas program vokasi sekolah.
Kekurangan (Area Paling Perlu Ditingkatkan)
Area yang paling memerlukan perhatian dan peningkatan serius adalah Kualitas Pembelajaran, serta beberapa indikator yang menunjukkan penurunan nilai dari tahun sebelumnya.
* Kualitas Pembelajaran (PALING PERLU DITINGKATKAN): Kualitas Pembelajaran berada di kategori Sedang dan nilainya turun dari tahun 2024. Ini mencakup aspek seperti suasana kelas yang teratur, serta perhatian dan dukungan dari pendidik.
* Literasi dan Karakter: Kemampuan Literasi Murid dan Karakter Murid berada di kategori Baik, namun keduanya menunjukkan penurunan nilai dari tahun 2024. Penurunan ini perlu dicermati, khususnya pada kemampuan memahami teks nonfiksi/fiksi (literasi) dan pembentukan karakter (beriman, berakhlak, gotong royong, dll.).
* Keselarasan Dunia Kerja: Keselarasan dengan Dunia Kerja juga berada di kategori Baik, tetapi nilainya turun dari tahun 2024. Ini dinilai dari kemitraan, proses pembelajaran, kompetensi guru, sarana prasarana, dan tata kelola SMK.
Refleksi dan Rekomendasi
Refleksi utama adalah bahwa meski lulusan semakin mudah terserap, proses inti pembelajaran di kelas (Kualitas Pembelajaran) menjadi titik lemah yang harus segera dibenahi. Penurunan nilai pada Literasi, Karakter, dan Keselarasan Dunia Kerja mengindikasikan bahwa perbaikan di Kualitas Pembelajaran akan berdampak positif pada indikator-indikator tersebut.
| Pihak dan Rekomendasi Tindakan |
| Sekolah/Kepala Sekolah |
* Fokus pada Kualitas Pembelajaran: Menetapkan Kualitas Pembelajaran sebagai prioritas utama perbaikan melalui program Benahi.
* Meningkatkan Keselarasan DUDIKA: Melakukan re-evaluasi kemitraan, kurikulum, dan kompetensi guru agar lebih selaras dengan tuntutan dunia kerja. |
| Guru |
* Refleksi Pembelajaran: Menganalisis praktik mengajar untuk menciptakan suasana kelas yang lebih teratur serta meningkatkan perhatian dan dukungan kepada siswa.
* Menerapkan Komunikasi Dua Arah: Mendorong kegiatan pembelajaran yang menerapkan pola komunikasi dua arah antara guru dengan siswa (inspirasi peningkatan).
* Intervensi Literasi dan Karakter: Mengintegrasikan penguatan Literasi dan Karakter dalam setiap mata pelajaran untuk membalikkan tren penurunan nilai. |
| Siswa |
* Peningkatan Partisipasi Aktif: Berpartisipasi aktif dalam kegiatan kelas, terutama yang melibatkan diskusi dan komunikasi dua arah.
* Memanfaatkan Dukungan Guru: Aktif mencari perhatian dan dukungan dari pendidik dlm proses belajar.
Kesimpulan Akhir:
SMKN 9 Surakarta harus segera bergerak dari Identifikasi dan Refleksi menuju Benahi (sesuai siklus Rapor Pendidikan), dengan titik berat pada perbaikan Kualitas Pembelajaran sebagai kunci untuk meningkatkan Literasi, Karakter, dan mempertahankan prestasi di bidang Numerasi dan Penyerapan Lulusan.